Ditemukan 13 tempat wisata menarik
Kebun Binatang Surabaya merupakan salah satu kebun binatang di Indonesia yang pernah menjadi kebun binatang terlengkap se-Asia Tenggara...
Kawasan Makam Sunan Ampel merupakan salah satu destinasi wisata religi terkenal di Surabaya yang menjadi tempat ziarah makam Sunan Ampel, salah satu anggota Wali Songo yang berperan penting dalam penyebaran agama Islam di Pulau Jawa. Kawasan ini telah berkembang sejak abad ke-15 dan menjadi pusat kegiatan keagamaan serta perdagangan masyarakat muslim. Di dalam kawasan tersebut terdapat Masjid Ampel yang didirikan oleh Sunan Ampel, area makam keluarga dan tokoh agama, serta pasar religi yang menjual berbagai perlengkapan ibadah, makanan khas Timur Tengah, hingga suvenir religi. Suasana kawasan yang kental dengan nuansa Islami dan budaya Arab menjadikan tempat ini ramai dikunjungi peziarah maupun wisatawan dari berbagai daerah.
Kya-Kya Kembang Jepun merupakan kawasan wisata kuliner malam di Surabaya yang berada di daerah bersejarah Pecinan Kembang Jepun. Kawasan ini berkembang sebagai pusat perdagangan masyarakat Tionghoa sejak masa kolonial dan dikenal dengan suasana khas perpaduan budaya Tionghoa dan kota tua Surabaya. Pada malam hari, kawasan ini ramai dengan berbagai stan makanan yang menjual kuliner khas Surabaya, Chinese food, hingga jajanan tradisional. Dengan lampion dan nuansa pecinan yang khas, Kya-Kya Kembang Jepun menjadi salah satu tempat wisata kuliner dan tempat berkumpul yang populer bagi masyarakat maupun wisatawan.
Pintu Air Jagir merupakan bangunan peninggalan kolonial Belanda di Surabaya yang dibangun pada awal abad ke-20 sebagai sistem pengatur aliran air dan pengendali banjir di kawasan kota. Bangunan ini memiliki arsitektur khas Belanda dengan tiga pintu air besar yang berada di aliran Sungai Mas. Selain berfungsi sebagai infrastruktur pengairan, Pintu Air Jagir kini menjadi salah satu ikon bersejarah dan spot foto populer karena desain bangunannya yang unik serta suasana klasik di sekitarnya.
Monumen Kapal Selam merupakan museum sejarah maritim di Surabaya yang menampilkan KRI Pasopati 410, kapal selam asli milik TNI Angkatan Laut yang digunakan sejak era 1960-an. Kapal selam buatan Uni Soviet ini pernah berperan dalam berbagai operasi militer Indonesia, termasuk Operasi Trikora untuk merebut Irian Barat. Monumen ini diresmikan pada tahun 1998 dan dijadikan tempat edukasi sejarah maritim serta perjuangan angkatan laut Indonesia. Pengunjung dapat melihat langsung bagian dalam kapal selam sekaligus mempelajari kehidupan awak kapal dan perkembangan teknologi maritim Indonesia.
Museum 10 November merupakan museum sejarah di Surabaya yang dibangun untuk mengenang perjuangan rakyat Surabaya dalam Pertempuran 10 November 1945 melawan pasukan Sekutu. Museum ini berada di kawasan Tugu Pahlawan dan menyimpan berbagai koleksi bersejarah, seperti foto dokumentasi, senjata, rekaman pidato Bung Tomo, serta diorama perjuangan arek-arek Suroboyo. Diresmikan pada tahun 2000, museum ini menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk mempelajari semangat perjuangan dan sejarah kemerdekaan Indonesia, khususnya peristiwa heroik yang menjadikan Surabaya dikenal sebagai Kota Pahlawan.
Pada tahun 2017 salah satu bangunan di dalam komplek GNI dipakai untuk Museum Dr. Soetomo...
Gedung Cerutu merupakan bangunan peninggalan kolonial Belanda di Surabaya yang dikenal dengan arsitekturnya yang unik dan memiliki bentuk menyerupai cerutu pada bagian atapnya. Bangunan ini dibangun pada awal abad ke-20 dan dahulu digunakan sebagai kantor perusahaan perdagangan pada masa kolonial. Letaknya yang berada di kawasan bersejarah Kota Tua Surabaya menjadikan Gedung Cerutu sebagai salah satu saksi perkembangan perdagangan dan aktivitas ekonomi kota pada masa lampau. Hingga kini, bangunan ini masih menjadi ikon sejarah dan daya tarik arsitektur kolonial di Surabaya.
Gedung Internatio merupakan bangunan bersejarah di Surabaya yang dibangun pada masa kolonial Belanda dan dahulu digunakan sebagai kantor perusahaan perdagangan internasional. Gedung ini memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, terutama dalam peristiwa Pertempuran Surabaya tahun 1945. Di depan gedung ini terjadi insiden tewasnya Brigadir Jenderal A.W.S. Mallaby yang kemudian memicu konflik besar antara pejuang Indonesia dan pasukan Sekutu. Karena nilai sejarahnya, Gedung Internatio kini menjadi salah satu bangunan cagar budaya yang mencerminkan perjuangan rakyat Surabaya dalam mempertahankan kemerdekaan.